Sabtu, 28 Februari 2015

Cinta tahu kemana dia harus pulang



Menikmati hari-hari dalam perjuangan memang tidak pernah mudah. Selalu ada godaan dan ujian yang akan mengiringi langkah. Karenanya, selalu dibutuhkan keyakinan dan keteguhan hati agar kita tak mudah goyah.

Kau yang disana, bagaimana kabarmu hari ini? Aku harap kau disana selalu baik-baik saja. Aku juga ingin mengabarkan padamu, bahwa disini aku juga senantiasa dalam lindungan-Nya. Meski hari-hari ini memang masih terasa sama, tak ada yang berubah dengan rutinitas. Ah, andai kau tahu, rasanya aku ingin waktu cepat-cepat menyatukan kita, agar pagi disaat kita membuka mata, ada seseorang di sisi yang tak jemu-jemu selalu memberi semangat. Ketika senja mulai bertaut pun, akan ada pundak untuk saling bersandar, senyum yang akan selalu menenangkan, dan hati yang akan selalu menguatkan. Ah, seandainya waktu itu tak lama lagi.

Nyatanya, saat ini kita masih berada di dua tempat yang berbeda. Sama-sama masih mengakrabi sepi. Berusaha bersahabat dengan rutinitas seorang diri. Seringkali, hati memang merasa gundah, apalagi ketika melihat kawan seperjuangan telah bertemu sang pujaan. Tak ayal, kau sering dijadikan sasaran pertanyaan, menjadi calon korban dari ajang perjodohan teman/senior, atau bahkan harus menjadi pengajar yang diidolakan hingga kau tak tahu harus bagaimana mengambil sikap. Aku pun sama, disini, aku juga tak kalah resah. Dengan segala pertanyaan dan komentar yang terkesan sinis karena aku masih memilih mengejar pendidikan. Dengan segala upaya yang harus aku lakukan untuk menjaga hati, yang harus kuyakinkan bahwa kau pasti akan datang kembali pada waktu terbaik-Nya. Ataupun, dengan adanya orang-orang yang datang yang kurang mengena di hati namun juga harus dilapangkan.

Barangkali memang benar, sebelum tiba waktunya kita ditakdirkan untuk bersatu, kau dan aku hanya harus 
menambah tabungan ketabahan. Sembari focus dengan apa yang sedang kita perjuangankan. Kau dengan karirmu, dan aku dengan pendidikanku. Hidup terlalu berharga jika hanya diisi dengan mengeluhkan kesepian bukan? Mengurusi cinta yang hanya sementara juga tak pernah ada dalam benak. Jadi, tak ada yang bisa kita lakukan selain focus mengisi penantian ini dengan segala kebaikan. 

Tenanglah, aku disini mengerti, sangat mengerti bahwa cinta sejati tak pernah menghalangi seseorang untuk memperjuangkan mimpinya. Aku percaya, jika cinta ini memang cinta sejati, cinta ini pulalah yang akan menuntunmu kembali. Tak peduli seberapa jauh saat ini kau pergi memperjuangkan mimpimu. Aku yakin, kau akan kembali. 

Karena saat ini aku masih belum bisa di sisimu, biarlah doa dan harap ini yang mewakili kehadiranku. Kutitipkan salam dan keinginanku pada Tuhan, agar hidupmu baik-baik dan tak kekurangan. Semoga hari-harimu bahagia dan kau diberi kesehatan. Harapanku, agar doa-doa yang biasa kau rapal segera dapat jawaban. Semoga Dia berkenan mewujudkan mimpi-mimpimu jadi kenyataan. Percayalah, doaku tak putus-putus untukmu, kukirim dari sini.

Setiap kau merasa sendiri karena tak ada yang mendampingi, ingatlah padaku. Seseorang dengan segala kekurangan, yang rela mati-matian menjaga diri agar pantas bersanding denganmu.

Ya, aku selalu mendampingimu dalam diam. Aku selalu mendukungmu dalam doa. Percayalah,  barang sedetik pun, kau tak pernah sendirian. Semoga Allah segera merestui dan menautkan tangan dalam genggaman yang benar-benar akan saling menjaga di sepanjang perjalanan.  

0 komentar:

Posting Komentar