Kamis, 08 September 2011

Lomba Menulis Essay

(Info Lomba) Lomba Menulis Essay
Lomba ini bertujuan untuk menumbuhkan (membangkitkan kembali) karakter ke-Indonesiaan yang positif, yang kini sudah banyak hilang dari jiwa masyarakatnya, meningkatkan kebanggaan & kecintaan terhadap tanah air Indonesia, membuktikan rasa bangga & cinta tanah air dengan berkontribusi nyata bagi perubahan dan kemajuan Republik Indonesia. 
Tulisan bisa berupa kisah pribadi atau orang lain yang menceritakan karakter-karakter positif, pengabdian, dan kontribusi bagi negeri. Tulisan tidak harus berupa kisah-kisah heroik atau perjuangan besar dan massif.  Kisah-kisah sederhana yang menceritakan nilai-nilai kejujuran, integritas, semangat berkorban, serta ketulusan yang inspiratif, bermanfaat dan berkontribusi positif bagi negeri, sangat layak Anda tuliskan! ^_^
1. Waktu Pelaksanaan Lomba:
 a. Penjaringan naskah dibuka pada tanggal 29 Juni – 16 September 2011.
 b. Pengumuman pemenang dilakukan pada tanggal 25 September 2011.
 2. Tata Cara Perlombaan   Syarat dan Ketentuan Peserta:
 a. Peserta merupakan Warga Negara Indonesia (WNI).
 b. Peserta tidak dibatasi usia, jenis kelamin, dan tempat tinggal.
 c. Tiap peserta hanya diperbolehkan mengirimkan satu naskah.
 d. Tiap peserta wajib mem-posting informasi ini melalui note akun facebook-nya (bila memiliki FB) dan men-tag 20 orang temannya, atau mem-posting di blog-nya (bila memiliki blog).
 
Syarat dan Ketentuan Naskah:
  a. Naskah yang diperlombakan merupakan naskah original, bukan saduran maupun plagiat, dan tidak pernah dikirim atau dipublikasikan di media mana pun.
 b. Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia yang baik (bukan bahasa alay).
 c. Naskah tidak mengandung unsur pornografi, pornoaksi, bahasa vulgar, dan pertentangan SARA.
 d. Naskah diketik pada kertas A4, font Times New Roman, 12 pt, spasi 1.5, justify, minimal 5000 karakter.
  e. Melampirkan naskah dengan biodata yang berisi: nama lengkap, tempat dan tanggal lahir, nomor identitas (KTP/SIM/ Paspor/ Kartu Pelajar/Mahasiswa), alamat lengkap, nomor telp/HP, nomor rekening yang masih berlaku, alamat FB (bila memiliki FB), alamat blog (bila memiliki blog). Boleh juga ditambahkan narasi singkat kegiatan saat ini atau prestasi yang dimiliki (optional).
 f. Naskah dikirim ke alamat email: mujahidah_87@yahoo.com & nuryazidi@gmail.com, dengan format: ESSAI_NAMA PENGIRIM_JUDUL.
 g. Naskah diterima oleh penyelenggara selambatnya tanggal 16 September 2011, pukul 23.00 WIB
 h. Pengumuman pemenang akan disampaikan di akun facebook Asti Latifa Sofi & Mohammad Nuryazidi, page Gerakan “Aku Anak Indonesia”, serta akan dikirimkan ke alamat email masing-masing peserta pada tanggal 25 September 2011.
 i. Keputusan dewan juri tidak dapat diganggu gugat.
 
   -Hadiah-
 Juara 1: Uang senilai Rp300.000,00
Juara 2: Uang senilai Rp200.000,00
 Juara 3: Uang senilai Rp100.000,00
 Juara Harapan 1 (sebanyak 3 orang): masing-masing akan mendapatkan bingkisan buku
 Juara Harapan 2 (sebanyak 19 orang): masing-masing akan mendapatkan piagam penghargaan
 
* 25 naskah terpilih akan dikompilasikan menjadi satu buku yang insya Allah akan diterbitkan.   SELAMAT BERLOMBA! ^_^

Jumat, 02 September 2011

Rinduku Untukmu...


Disaat ini, saat kulihat jiwaku sangat rindu… biarkanlah aku bicara kerinduan hanya pada sebatang pena dan selembar kertas. Setidaknya mereka mampu menjadi cawan rindu tatkala rasa ini amat mendera..
Adakah hal lain yang bisa kulakukan selain itu…? Haruskah aku bersenandung laksana burung yang merindu? Namun, bilakah lantaran kau kan mampu mendengar alunan cicit cericit kerinduan ini, mungkin aku kan rela menjelma laksana burung kecil yang berdendang bersama nyanyian angin. Hingga… yang dirindupun terbang menerjang awan demi sang penyemai rindu.

Tapi… ah, rasanya… kala jarak tak lagi dekat, alunan bahkan raungan desah rasa sulit tuk tertangkap. Jadi, biarlah… biarkanlah kukirim bait-bait rindu dalam sepucuk coretan sederhana, untukmu…
Walau aku,,, aku memang bukan pujangga yang pandai menyulam larik-larik rindu romantic nan dramatis.
Tapi aku,,, aku hanyalah insane yang sedang merindu. Mencoba menggores berbagai cerita, menuai selaksa makna dalam nyata coretan pena. Bukankah  jika manusia tengah dimabuk rindu, ia akan setia menggulirkan potongan-potongan perasaannya, ya… aku pun begitu..

Kau tahu? Ada satu alasan mengapa kalian akan selalu kurekam dalam memoar hidupku. Karena…. Sungguh, kalian amat berharga, kawan! Sejarah telah mencatat bagaimana kita bersama melukis mimpi sileut cakrawala dalam sebaris tawa canda bahagia, tuk menghapus bulir-bulir hati nan duka. Masih ingatkah kalian?, bagaimana kita memulai pijakan awal menuju masa depan dibawah naungan persahabatan ini, bersama dalam suka dan duka, dan kita masih bisa saling berpacu dalam prestasi. Dengan semangat kita senantiasa belajar beriringan dalam sore yang merindu senja, dan diantara gelap yang sedikit menggoda.   tapi, ah… ternyata kini itu hanyalah apa yang disebut kenangan. Terasa sangat berat untuk diingat jika enggan tuk mengatakan terharu.. karena, memang… Waktu telah membawanya pergi dan takkan pernah kembali.

Jujur, akupun pernah berharap agar waktu itu tak berlalu. Tapi, apalah dayaku? Waktu tetap saja berlalu, dan tak ada guna ku menyalahkan waktu. Dalam hati, aku yakin takkan pernah habis waktu untuk sebuah jalinan persahabatan, walau waktu menjadikannnya dalam sebuah keterpisahan. Bukankah tidak semua keterpisahan menunjukkan keterpisahan hati??

Adakalanya sebuah keterpisahan menjadikan kita lebih dewasa dan lebih mengerti makna persahabatan itu sendiri. bukankah begitu kawand?

 adalah aku saat ini, yg merindu akan hadirmu, aku rindu kau disisiku… aku rindu, saat ku  terjatuh,kau kan membantu ku tuk bangun. Saat hati ku terluka, kau kan hadir obati luka dan menghapus air mata. saat ku hilang arah, kau kan datang membawakan lilin, menuntunku sembari menerangi langkah hingga aku tak lagi takut berjalan sendirian. saat ku dalam sedih yg terasa sangat sulit dilepas, kau kan tunjukkan ku bahagia, dan ajarkan ku tersenyum. Dan… kau ajarkanku tuk berani menatap langit, tuk berani membentangkan mimpi seluas samudra, walau seringkali hati ini surut oleh misteri masa depan,. Terima kasih sahabatku….terima kasih telah membawaku dalam warna-warni kehidupan yang berarti..:)