Senin, 10 Januari 2011

review Film "masalah-masalah sosial"

THE SEXY CITY
Persahabatan, cinta, atau keperawanan?

Ibukota, Kota dengan sejuta mimpi dimana sejuta orang mencoba menggantungkan hidupnya. kota besar yang penuh dengan keindahan dan kompleksitas. dari kerling gemerlapan hingga sudut-sudut gelap gulita penuh kemuraman. yang mampu membuat siapapun yang ingin menaklukan sang kota terlena hingga terjebak dalam kehidupan kota yang penuh dengan kebebasan. hal inilah yang dialami oleh gadis polos bernama Poppy. Dengan berbekal impian untuk bisa kuliah dan kerja, dia pun nekat menerjang kerasnya hidup di kota jakarta.
Waktupun berlalu, Poppy tak kunjung mendapatkan pekerjaan. Sementara uang kos mau tidak mau harus segera dibayar. Dan akhirnya, dia diusir dari tempat kosnya. Mimpi untuk sukses seakan mulai menjauh darinya. Harapannya untuk menjadikan kota jakarta sebagai tempat untuk mengejar cita-cita sedikit demi sedikit hancur diterjang pahit getirnya kehidupan ibukota. Poppy terus berusaha mencari pekerjaan, hingga akhirnya dia berdiri di depan pintu sebuah club yang membuka lowongan kerja untuk menjadi PR (public relation). Dan disana dia bertemu dengan Reno (manager club). Dia pun tidak mengira jika PR di sebuah club jauh berbeda dengan PR di kantor-kantor. Menjadi PR di club itu artinya dia harus menjadi LC (lady club) dan menari striptise. Nalurinya mencoba tuk menolak, namun situasi dan kondisi memaksanya tuk melakukannya.
Dari club itulah Poppy bertemu dengan Stella, sesama LC di club tersebut. Mereka pun berteman, dan melihat keadaan Poppy yang sudah tidak memiliki tempat singgah, Stella mengajaknya tinggal dikosannya. Stella juga mengajari Poppy cara untuk menjalankan tugas LC dengan baik namun tetap menjaga keperawanannya. Dan Poppy pun menikmati hari-hari menjadi LC, hingga di suatu malam dia bertemu dengan Bono, cowok yang dulu sangat Poppy kagumi. Dari pertemuan itu, tumbuhlah benih-benih cinta di hati keduanya. Oh cinta, indahnya dirimu membuat gila orang-orang yang menjunjung keindahanmu. Berbeda dengan Stella, yang antipati terhadap cinta. “Cinta itu bulshit, tidak ada yang namanya cinta, yang ada hanyalah nafsu dan kebutuhan. Laki-laki memiliki nafsu, dan wanita memiliki kebutuhan yang memaksanya untuk menjadi pemuas nafsu laki-laki”. Menurut Stella mencoba menasehati Poppy yang tengah kasmaran.
         Malam kembali menunjukkan sexy-nya kota jakarta yang dihiasi Kupu-kupu malam yang indah nan sexy. Laki-laki hidung belangpun berhamburan mencari kepuasan malam. Begitu juga halnya dengan Poppy, dia harus menjalankan tugasnya sebagai pelaku yang menjadikan malam kota jakarta menjadi malam yang sexy. Setelah menjalankan tugasnya, dalam perjalanan pulang dia bertemu dengan sahabatnya Nanda yang pingsan di jalan. Namun, Nanda kini sudah berubah menjadi seorang junkie putaw karena pengaruh buruk sang kekasih yaitu Vino. Poppy berusaha menyadarkan Nanda dari hal itu, namun Nanda lebih mempercayai Vino daripada Poppy. Bahkan Nanda rela Vino menjualnya di pinggir jalan guna mendapatkan uang untuk beli putaw. Sementara Vino bermain cinta dengan wanita lain. Di tengah terpuruknya Nanda, Poppy dan Stella mengajaknya untuk tinggal bersama. Hidup bersama Poppy dan Stella tidak membuat Nanda berhenti mengkonsumsi putaw. Justru, Nanda nekat menjual barang-barang Poppy dan Stella untuk membeli putaw. Dan ketika Stella mengetahuinya, dia hendak mengusir Nanda dari kosnya. Tapi, Poppy membujuknya hingga ia luluh. Dan akhirnya, tiga cewek cantik ini tetap tinggal bersama dan menjadi sahabat.
            Masalah lain pun datang menghampiri Stella. Ibu kandungnya mendatanginya, memohon agar Stella memaafkan dan membantunya dari jeratan hutang. Namun, kebencian Stella terhadap ibunya sudah terlalu memuncak, Bahkan Stella telah menganggap tak ada lagi ibunya di dunia ini. Kebencian dan dendam Stella yang sangat terhadap ibunya ini lantaran sang ibu sering bermain judi, menjual diri, dan rela menjual keperawanan Stella untuk melunasi hutang-hutangnya. Dan kini, ibunya datang kembali, membawa angin kelam masa lalu yang telah berusaha ia lupakan.
            Suatu malam, Stella mendapat tawaran untuk menari striptis di sebuah acara private party, dan Stella menerimanya. Namun teryata itu hanyalah sebuah tipuan. Yang mengundangnya adalah rekan-rekan berjudi ibunya. Ibu Stella memiliki hutang yang cukup banyak kepada mereka, dan jika tidak mampu membayar sebesar Rp. Rp. 50 juta, maka Stella akan dijual kepada seorang germo. Stella menelfon Poppy dan Nanda, dan mereka kebingungan bagaimana caranya mendapatkan uang tebusan tersebut dalam waktu tiga hari. Mereka mencoba menjual semua barang-barang yang mereka miliki, namun itu masih jauh dari cukup. Di tengah keputusasaan, Nanda memberi ide untuk menjual diri. Menurutnya, dengan menjual diri mereka bisa mendapatkan uang sebesar Rp. 50 juta itu, namun Poppy menolaknya. Seberat apapun hidup ini, sebanyak apapun uang yang kita butuh jangan sampai kita menjual keperawanan kita, itulah prinsip hidup seorang Poppy.
Di tengah kebingungan yang melandanya, Poppy mencoba menghubungi Bono, pacarnya yang ternyata adalah seorang gigolo. Bono memenuhi permintaan Poppy untuk datang ke tempat kosnya, tapi yang ada hanyalah Nanda. Saat itu, disaat Poppy tidak ada, Nanda merayu Bono. Nanda bersedia memberi kepuasaan asal Bono bersedia memberinya uang. Dan Bono, seorang cowok yang sangat ingin menikmati indahnya bercinta dengan wanita seusianya, bukan dengan tante-tante langsung menerima ajakan Nanda. Poppy datang dan melihat semuanya, Bono mencoba menjelaskan namun Poppy sudah tidak percaya lagi. Dan Nanda, sahabat yang justru mengkhianatinya. Nanda meminta maaf dan memohon-mohon agar Poppy memaafkannya. Persahabatan memang jauh lebih penting daripada cinta. Friend forever, men contemporary. Dan akhirnya Poppy memaafkan Nanda.
Tiga hari hampir terlewati, sementara uang sebesar Rp. 50 juta belum juga terkumpul. Poppy mencoba meminta bantuan kepada Om Reno, namun manager club itupun tidak mampu membantu. Datanglah si Bono, mantan kekasih yang menghianatinya. Dia datang menawarkan Poppy agar menjual keperawanannya kepada seorang pria dan Poppy akan mendapatkan uang sebesar Rp. 50 juta itu. Disaat yang sama, calon tunangannya jauh-jauh dari kampung untuk mencari Poppy di jakarta. Dilemapun makin menjadi. persahabatan, cinta, atau keperawanan?
            Dan dengan berat hati, demi persahabatannya dengan Stella dan Nanda, dan demi membalas kebaikan-kebaikan Stella, Poppy terpaksa merelakan keperawanannya dijamah oleh orang lain untuk bisa mendapatkan uang sebesar Rp.Rp. 50 juta. Di saat Poppy memutuskan untuk menjual keperawanannya, Nanda kembali sakaw. Dan dia menyuruh Poppy untuk mengunci pintu kamar, agar Nanda tidak dapat mencari putaw kemana-mana. Poppy pun melangkahkan hidupnya kealam yang jauh lebih suram dari sebelumnya. Prinsip hidup “Seberat apapun hidup ini, sebanyak apapun uang yang kita butuh jangan sampai kita menjual keperawanan kita” yang selama ini Poppy pegang erat sudah tidak ada artinya lagi. Poppy terpaksa menjual keperawanannya kepada seorang laki-laki yang bersedia membayarnya Rp. 50 juta yang akan Poppy gunakan untuk menebus Stella dan membeli obat untuk Nanda. Keperawanannya terampas, kesuciannya telah hilang, dan mimpi yang ia bawa dari kampung hancur bersama deraian air matanya.
            Poppy pulang dengan uang Rp. 50 juta di tangannya, diiringi dengan harapan dia dapat menolong sahabat-sahabatnya, Stella dan Nanda. Namun, sesampainya di kos Poppy menemukan Nanda sudah dalam keadaan terbujur kaku. Nanda meninggal dunia karena sakaw. Poppy pun hancur, disaat dia merelakan diri untuk terpuruk dalam kekelaman hidup demi menolong sahabat-sahabatnya. Mereka justru pergi meninggalkan Poppy. Begitu halnya dengan Stella, Stella lebih memilih bunuh diri daripada harus dijual pada seorang germo. Hidup Poppy benar-benar kelabu. Sahabat, keperawanan dan cinta telah pergi dari hidupnya. Kini, yang ada hanyalah uang yang tak ada artinya lagi, sama seperti hidupnya yang benar-benar terpuruk dalam kekelaman hidup. hingga Dia memutuskan untuk mengakhiri hidupnya. Poppy ingin melepaskan semua kepenatan pikiran, kekelaman hidup, dan kelunya hati sebagai seorang gadis yang sudah ternodai. Dan tiba-tiba, calon tunangannya dari kampung datang mencoba membujuk Poppy agar tidak melompat dari jembatan. Calon tunangannya mencoba meyakinkan Poppy bahwa dia tetap menerima Poppy apa adanya. Hingga akhirnya Poppy mengurungkan niatnya untuk mengakhiri hidupnya.

Senin, 27 Desember 2010

Cintaku bersama Senja

Hingga hari ini, di detik waktu yang makin renta. Dia masih setia menemui sang senja. Dengan langkah kaki gontai semampunya, dia berjuang tuk merengkuh senja. Senja yang sangat dia cintai, senja yang sangat berarti.
Senja... selalu saja mengantar sang surya tuk menutup hari dan merayu akan malam kelam. Di ufuk barat, rona mentari mulai memerah menanti detik-detik pergantian waktu dinas dengan bulan penjaga malam. Sileut senyum senja mulai terkembang, memberi keteduhan, ketenangan dan kebahagiaan. Menatapnya, hilanglah rasa penat yang menghiasi hari dan terganti oleh kesejukan angin pekat malam. Dunia seakan terbuai oleh semburat senyumnya. Senja yang indah, mempesona, dan senja yang selalu dinanti.
Tapi baginya, indahnya senja tak seindah senja miliknya. Dalam hidupnya, dia hanya mencintai satu senja. Senja yang telah demikian menyatu dengan hatinya. Walau senyum senjanya telah tenggelam sejak 37 tahun yang lalu. Namun, senyum itu, kan terus ada dan menerangi hatinya. Begitupun dirinya, hati dan raganya kan terus menemani sang senja dengan cintanya.
Bibirnya merekah melihat senja telah menunggunya di tempat biasa. Tercipta sebuah senyum indah menyiratkan kebahagiaan. Disusul keinginan tuk segera menghamburkan doa dan kata-kata cinta, seraya menikmati indahnya senja bersama senja terindahnya.
Setelah sekian menit dia tenggelam dalam doa, untaian kata-kata cinta perlahan mulai menghiasi hening peraduan senja.
senja.... apa kabarmu hari ini? Baik-baik sajakah kau sayang?”
Hening, tak ada jawaban. Dia pun melanjutkan rangkaian kata-kata yang terucap tulus dari bibirnya yang indah. Bunga kamboja berjatuhan satu demi satu, mewarnai peraduan sang senja yang selalu terlihat bersih dan baru. Tangan dialah, yang tak pernah mengenal bosan dalam hari tuk membersihkannya.
Sayang... tentu kau tahu, aku tak pernah bisa melupakan bayangmu, aku tak bisa berhenti merindukanmu. Karena hati, cinta dan rinduku hanya tercipta untukmu. Walau saat ini kau telah jauh meninggalkanku. Tapi, kau kan selalu terasa ada di dekatku. Karena kau telah berada dihatiku, untuk selamanya...
Senja... setelah kepergianmu, tak ada lagi yang tersisa untukku selain kenangan-kenangan indah bersamamu. Dan disaat ini, ingin rasanya ku memandang keindahan matamu. Mata yang dulu dengannya aku bisa melihat cinta. Ingin kupegang erat jemari tanganmu, yang bersamanya aku bisa melukis indah pelangi kehidupan. Namun, yang ada hanyalah senja yang lain. Sosok terang dalam remang kegelapan yang tengah menghidupkan sinar untuk menyinari kehidupan setiap insan. Tapi, sinarnya hanya mampu menerangi fisik semata. Dia tak mampu menyinari dan menghangatkan perasaanku. Karena, telah ada sinarmu dalam hatiku. Sinar yang menerangi langkahku dalam hidup, dan sinar itu, takkan pernah padam ataupun terganti.
Sayang, aku memang tak pernah menyesali kepergianmu, karena itu adalah kehendak tuhan. Dan aku tak mempunyai kuasa tuk melarangmu meninggalkanku. Tapi, percayalah... cinta ini akan selalu ada hingga akhir hayatku, bahkan setelah kematianku. seperti cintaku padamu, doaku juga kan terus mengalir untukmu. aku akan terus menjagamu dalam doa-doaku”
Tanpa disadari, bulir-bulir bening itupun pecah mengalir diantara rangkaian doa dan kata-kata yang teralun lembut dari bibirnya.
cinta telah membuatnya gila”
Itulah kata yang sering dilontarkan untuknya, kala melihat tingkahnya yang setia mendatangi dan berbincang-bincang dengan sebuah batu nisan selama 37 tahun terakhir. Tapi bagiku, dia adalah laki-laki yang hebat, setia, sabar dan penyayang. Sosok yang hebat bagi anak-anaknya, ataupun bagi orang yang sangat mengenalnya.
Aku memang tak tahu bagaimana dia berjuang mengasuh, mendidik dan membesarkan tiga orang buah hatinya. Bagaimana dia membagi waktu antara mencari nafkah, membagi kasih sayang pada anaknya, dan memberi cinta pada senjanya yang telah terbang ke surga di 14tahun usia perkawinannya, Tanpa ada keluh. Tapi, bukan berarti aku tak tahu tentangnya.
Karena, Hingga disaat ini, disaat waktu semakin memberinya umur. Disaat Putra-putri kebanggaannya telah berhasil tumbuh menggapai bintang, untuknya dan untuk senjanya. Dia masih senantiasa memberi cinta pada senja, dan untukku.
kita hidup karena tuhan mencintai kita, dan kita hidup untuk mencintai tuhan. Maka, tak ada alasan bagi kita untuk mengingkari takdir dan nikmat-NYA. Dan bila nanti kau telah dihadiahi seorang pendamping hidup, jagalah cintanya. Yakinlah, dia adalah yang terbaik untukmu. yakinlah dia adalah cinta sejatimu, cinta dunia akhiratmu. Seperti aku yang menjaga cinta senja, nenekmu..”
Dan pecahlah air mataku, indah berkilau, berkelip bagai mutiara sesegar embun pagi. Rasa haru mulai menyeruak menyesaki dada.
Nenek...aku yakin kau bahagia disana. Karena kami disini, akan selalu menjaga cintamu dalam doa.”
Darinya ku belajar tentang arti mencintai dan kesetiaan. Tentang makna hidup dan pemberian tuhan. Dan tentang perjuangan. Tak pernah ada keluh terucap dari bibirmu, dengan penuh ikhlas kau menjalani semuanya. Kau tetap melangkah meski lelah, tetap tersenyum meski sulit, dan tetap sabar di tengah takdir. Dan.... kau berhasil kek, kau berhasil mengantarkan anak-anakmu menuju pintu kesuksesan, kau berhasil menjaga cinta kasihmu untuk senja dan anak-anakmu. Kau adalah kakek terhebatku. Tetaplah bertahan kek, semoga tuhan memberi hadiah terindah atas kesabaranmu. Yakni, surga untuk cintamu dan senja. Karena di surga, menara-menara cahaya menjulang untuk hati yang saling mencinta karena-NYA.

Selasa, 07 Desember 2010

Amatilah diri anda

Amatilah pikiranmu karena itu yang akan menjadi ucapanmu.

Amatilah ucapanmu ,karena itulah yang akan menjadi tindakanmu.

Amatilah tindakanmu karena itu yang akan menjadi kebiasaanmu.

Amatilah kebiaasaanmu karena itulah yang akan menjadi karaktermu.

Amatilah karaktermu, karena itulah yang akan menjadi nasibmu,

Dan amatilah Nasibmu karena itulah yang akan menjadi kesuksesanmu


Amatilah diri anda. Karena hanya mereka yang mengenal dirinyalah yang akan mencapai ketenangan diri yang sesungguhnya.

Jumat, 12 November 2010

Tuhan...
Rahasia hidupku hanya Kau yang tahu. Hanya padamulah ku memohon penuh harap dalam setiap sujudku.
Wahai penilai hati, lihatlah batin ini... Jauh di lubuk hati masih ada ruang hampa yang merindukan setetes cinta Suci_Mu
Ya rabbi... maafkan aku...Usahaku tuk mencapai ridho-Mu, tak sebanding dengan pekat nikmat-Mu
Ampuni aku ya Rabbi... ucap syukurku jarang menggetarkan hidupku. Hanya ego yang berkuasa kala kebahagiaan menghampiri.
Tuntun aku ya rabbi... tuntun aku, agar aku tak mendustakan nikmat-MU. agar aku, bersyukur dalam setiap senyum bibirku dan tetes tangis mataku.

Minggu, 07 November 2010

Oh tuhan, izinkan ku mencintai-Mu. Menerima kehidupan ini dengan penuh ketulusan, seperti gemericik air di pematang sawah, seperti cicit cericit burung yang bercendai. Alam telah mengajariku tuk menerima setiap lembaran kasih-Mu bersama sebuah permohonan.
Tuhan, sayangi aku dalam anugrahmu. Aku tak punya apa-apa, selain hati yang akan selalu menunggu sapa-Mu. Rengkuh aku dalam hangat cinta-Mu. Hingga waktu kan menyapa, dan akhirnya aku terlelap dalam penyerahan sempurna dalam pelukan bumi.

Curahan hati seorang A_rin

Ingin rasanya aku berkisah Tentang semua cerita hatiku, Tentang semua harapanku, tuk bersamamu...Tentang semua anganku, Tuk menjadi seseorang yang terindah dihatimu..
Namun, di saat ini aku masih sulit mencari. Dermaga yang berairkan tinta emas dan pena antik untuk menuliskannya. Aku masih ragu tuk melangkah... aku takut, terdampar di lembah ketidakpastian. Dan, aku hanya bisa mengukirnya dalam selaksa rindu hatiku dan mengalirkannya dalam setiap doaku...^^

Rabu, 03 November 2010

Pamekasan dalam kota pendidikan, budaya, gerbang salam, dan kota Batik


Pamekasan, merupakan salah satu kota ternama yang ada di madura. Kota dengan wilayah mencapai 792,30 kilometer, dan berada diantara kota Sampang dan Sumenep, pada tanggal 3 November 2010 kemarin merayakan hari jadinya yang ke-480.


Pamekasan adalah sebuah kota yang sedang merajut masa depan yang meluas. Mulai dari kabupaten dengan predikat kota pendidikan Madura, kota budaya, kota gerbang salam, hingga Pamekasan sebagai kota batik.
Pamekasan sebagai kota pendidikan muncul sejak era tahun 2000-an awal. Hal ini dikarenakan, Pamekasan memiliki lembaga-lembaga pendidikan terbanyak dibanding kabupaten lain yang ada di Madura. Mulai dari tingkat taman kanak-kanak hingga tingkat perguruan tinggi. Bahkan, perguruan tinggi swasta tertua dan perguruan tinggi negeri yang pertama di Madura berada di kota Pamekasan. Yaitu Universitas Madura (UNIRA) dan STAIN, yang dulu masih bernama IAIN. Dari segi prestasi, putra-putri kabupaten ini juga sering menyabet prestasi yang gemilang, baik di tingkat regional, nasional dan internasional. Sehingga tidak heran jika banyak putra-putri kabupaten lain di madura, yang memilih “mengadu” otak ke kota Pamekasan daripada di kotanya sendiri.

Kota budaya, simbol ini lahir sejak puluhan tahun yang lalu untuk kota Pamekasan dengan segala aset budayanya. Banyak produk budaya lahir dan dipentaskan di kota ini. Pamekasan menjadi kota pusat perayaan karapan sapi, sape sonok, dan semalam di Madura. Tak berhenti disitu, proses kebudayaan ini juga melahirkan berbagai kesenian lainnya. Seperti topeng gettak, rondhing, dan ul-daul (tog-tong).
Dan pada tahun 2003, Pamekasan memiliki predikat baru, yakni kota gerbang salam (gerakan pembangunan masyarakat islam). Sejak saat itu, kebudayaan yang ada sebelumnya, mulai disetir sesuai dengan syariat agama islam. Pertunjukan-pertunjukan yang berbau erotis tidak diijinkan lagi untuk tampil di kota ini. Yang ada hanyalah pementasan islami. Seperti, sammanan (pembacaan shalawat dan yang sejenis yang diiringi musik klasik dan dimainkan oleh kaum Adam), samrohan (pembacaan shalawat dan yang sejenis yang diirngi musik klasik dan dimainkan oleh kaum Hawa), macopatan (pembaaan cerita-cerita terdahulu dengan gaya khas khusus tersendiri) dan musik-musik religius lainnya. Kegiatan-kegiatan para budayawan lokal pun tetap terlaksana dengan simbolisasi islam. peragaan busana, fashion, lagu, tarian daerah, tetap ada hanya saja terbungkus secara islami. Tidak hanya dalam dunia seni dan budaya, dunia pendidikan pun juga mendapat pengaruh gerakan pembangunan masyarakat islam ini. Salah satu caranya dengan mewajibkan pemakain jilbab untuk siswi SMP/SMA sederajat, serta penambahan pelajaran agama di sekolah-sekolah.

Tidak cukup dengan gelar kota pendidikan, kota budaya, dan kota gerbang salam. Pamekasan di tahun 2009 kembali memproklamirkan dirinya sebagai kota batik. Pemproklamiran itu ditandai pada peringatan hari jadinya yang ke-479 (tahun 2009 yang lalu), tema yang diangkat adalah tema tentang batik; “Mempertegas Pamekasan sebagai Kota Batik (di Jawa Timur)”. Tidak cukup dengan itu, ikon bahwa Pamekasan sebagai kota batik ditandai dengan digelarnya “Pamekasan membatik” di jantung kota Pamekasan, monumen arek lancor. Kegiatan ini melibatkan 600 perempuan pengrajin batik tulis yang tersebar di empat kecamatan, yakni proppo, palengaan, pegantenan, dan Pamekasan. Kegiatan membatik sepanjang 1530 meter ini, merupakan kegiatan terbesar dan masuk dalam catatan Museum Rekor Indonesia (MURI).
Selain itu, banyak baliho terpajang yang mencerminkan pemproklamasian Kota Batik tersebut. Seperti, kalau kita berkunjung ke sana, maka akan ditemukan di berbagai sudut kota, baliho-baiho yang bergambar dan bertuliskan “Terima Kasih Anda Telah Berbusana Sopan di Kabupaten Gerbang Salam Pamekasan” dengan gambar dua insan kebanggaan Pamekasan (Kacong dan Jepping Pamekasan) yang berpakain batik. Termasuk juga dengan dihiasinya dinding-dinding kota Pamekasan dengan nuansa batik ala Pamekasan.

Lalu, apakah masa depan yang dicita-citakan Pamekasan itu hanyalah mimpi?

Semoga saja tidak. gelar-gelar yang disandang oleh Pamekasan sudah mulai didukung oleh simbol-simbol bangunan. Pamekasan sebagai kota Gerbang Salam ditopang oleh adanya Majid Syuhada’ dan islamic center. Gedung islamic center (GIC) adalah gedung yang diharapkan mampu menjadi pusat pembagunan peradaban masyarakat yang Islami, maju, beriman dan berdaya saing seiring dengan lahirnya program Gerbang Salam (Gerakan Pembangunan Masyarakat Islam) di Pamekasan
Dalam hal pendidikan, didukung oleh sekolah-sekolah di Pamekasan yang mulai menjadi sekolah RSBI (rintisan sekolah berstandart nasional), dan prestasi putra-putri Pamekasan yang mulai merambah dunia internasional.
Sedangkan dalam perindustrian batik. Beberapa daerah sudah ditetapkan sebagai daerah sentral batik Pamekasan, seperti desa Klampar. Industri batik tulis ini, juga sebagai sarana untuk mengurangi jumlah pengangguran yang ada di kota ini. Dan Pamekasan sebagai kota budayapun akan tetap ada, walau Pamekasan berada dalam gelar kota Gerbang Salam.
Namun, bukan berarti Pamekasan telah berhasil seutuhnya. Pamekasan masih butuh waktu untuk belajar menjadi kota pendidikan, budaya, Gerbang Salam, dan kota batik. Mungkin, Pamekasan perlu belajar dan mendalami kota jogjakarta sebelum Pamekasan menjadi kota Jogja di Madura.
Jika gelar-gelar tersebut tercapai, maka sempurnalah kota Pamekasan. Kota Pendidikan untuk masadepan para pemudanya. Kota Budaya, untuk masadepan para punggawa kreatifnya. Kota Gerbang Salam untuk mereka semua. Dan Kota Batik untuk meningkatkan tingkat perekonomian masyarakatnya. sehingga terciptalah Pamekasan dengan masyarakat yang bermoral (Pendidikan), berbudaya (Budaya), bersyariat (Gerbang Salam) dan berindustri (Batik).