Kamis, 16 Juni 2011

“Doa surga bidadari dunia”


“Indah dunia terasa mendekap hampa hati. lelah kaki melangkah, suara hatiku pun makin lemah.  Masih adakah cinta yang tersisa untukku, jiwa yang sepi”.
“Astaghfirullah…. Apa yang aku pikirkan? Ya allah, ampuni hamba. Saat ini, Aku tengah di lorong gelisah. Terkulai lemah dalam keputusasaan. Aku tiada berdaya tanpa pertolonganmu… Tiada daya kuatnya jiwa tanpa anugrahmu ya allah… dunia membawaku larut dalam deritanya, dan aku terjebak hingga lupa bersyukur padaMu walau dalam setiap tetes tangis mataku. Maafkan hamba ya Ilahi.. izinkan ku mencintai-Mu dan cinta ini hanya akan ku persembahkan untuk-Mu. Bantulah diri ini agar mampu menerima setiap lembaran kasih kehidupan dengan penuh ketulusan ya Rabb..”.
Bulir air mata jatuh membasahi kertas merah jambu tempat dimana ia biasa menuangkan segala keluh kesah sang hati. Entah kenapa. Hatinya tergerak untuk mengirimkan impuls pada saraf untuk menggerakkan tangan, dan membuka laci meja tempat ia menulis sedari tadi. Tangannya bergerak mengambil sebuah kotak merah yang bertuliskan “Fajri & Nurfa” di kedua sisi sebuah gambar hati. Perlahan, dia membukanya. Tanpa ia hiraukan air mata yang terus jatuh bak gerimis di padang pasir.
Secarik kertas tergulung rapi ia ambil setelah terlebih dulu memeluk dengan hati foto-foto dalam kotak, yang tak lain adalah fotonya bersama pangeran hati yang sangat ia cinta.
                                   
                                                                                                Baghdad, 19 Maret 2004
Assalamualaikum warahmah wabarakah
Teruntuk bidadari dunia, yang ku harap juga akan menjadi bidadari surgaku kelak

Hatiku mengucap rindu padamu dinda, sangat…. Diri ini sangat merindukanmu dan bidadari-bidadari kecil kita. Disini, Aku menunggu waktu untuk mempertemukanmu denganku, dan aku menanti hari, saat dapat kuuungkapkan seluruh rindu dan cintaku padamu. Walau aku tak tahu, adakah hari itu untukku.
Dinda…   maafkan aku jika aku tak lagi mampu memberimu sabda-sabda cinta. Bukan karena aku tak lagi mencintaimu, tapi karena kita hanyalah manusia yang tak kuasa atas segala sesuatu yang akan terjadi. Aku yakin, kaupun mengerti bahwa cinta ilahi harus ada di atas segalanya. Karena Allah lah pemilik kita. kita hidup karena tuhan mencintai kita, dan kita hidup untuk mencintai tuhan. Bukankah begitu sayang? Dan karenanya, tiada kuasa kita dalam urusan kelahiran dan kematian.
Cahayaku, seribu puisi ku tulis ditengah ancaman bom, meriam, dan suara tembakan. Namun, ku pastikan akan tersimpan rapi di selaksa hatiku, dan tahukah kau? Semua puisiku berkisah tentang seorang perempuan yang dari teduhnya pandangan, manisnya senyuman, dan halusnya tutur kata selalu menenangkan jiwaku. Wanita yang selalu menjaga kehormatan diri dan suaminya. Serta Wanita yang selalu mengantarkanku dengan doa dan senyuman setiap hari, hingga akhirnya aku harus bertugas di daerah dengan hawa anyir dan suara rintih isak tangis ini, kaupun mengantarkanku dengan doa, senyuman, dan kau berkata “mas… hati-hati ya,semoga tugas disana dapat berjalan lancar dan semoga kehadiranmu selalu membawa kebaikan. bersama mentari ku menunggumu disini. walau sebenarnya aku selalu tak ingin bermain berlama-lama dalam kuntum rindu yang amat besar terhadapmu. tapi inilah salah satu cara merangkai kehidupan bermakna bukan? kala kita mampu hidup berdampingan tidak hanya dengan ego, tapi juga dengan kewajiban, tugas, hak, ukhuwah dan amalan.”dan ku kecup keningmu waktu itu.semoga itu tidak untuk yang terakhir kalinya.
 Sayang.. Aku yakin kaupun berat untuk melepasku ke tanah perang ini, tapi aku tahu dirimu wanita yang tegar yang rela melepasku demi kewajiban yang mulia walau hatimu harus menangis untuk itu. tapi tenanglah sayang… aku disini baik-baik saja dalam lindungan-Nya. Dan jika Allah menghendaki aku untuk pulang ke rumah, tentu aku sangat mengharapkan itu… aku rindu sambutan kemesraan olehmu untukku. Dan disaat ini, sungguh ingin rasanya ku memandang keindahan matamu. Mata yang dulu dengannya aku bisa melihat cinta. Ingin kupegang erat jemari tanganmu, yang bersamanya aku bisa melukis indah pelangi kehidupan.
Sayang….  Indahmu selalu menghiasi diriku, engkau adalah anugrah terindah tuhan untukku. Begitu juga halnya dengan bidadari-bidadari kecil kita, amalia dan zulfa. Didiklah mereka tuk menjadi sepertimu, berbalut ilmu dan berselimut akhlak, serta menjadi seseorang dengan ketulusan hati dan keikhlasan jiwa. Tentu, akupun mengharapkan mereka untuk menjadi bidadari dunia sepertimu.

Dinda…. Jika aku tak mampu kembali, aku tetap merindukan kalian, merindu untuk berkumpul bersama kalian. Dan semoga Allah kan mengabulkan kerinduan ini, di surga nanti, dan semoga kebahagiaan dihadiahkan untuk kita wahai bidadariku…
Akhir kata, peluk cinta kasihku untuk bidadari-bidadariku selalu….
Wassalamualaikum warahmah wabarakah
Tanpa disadari, bulir-bulir bening itupun kian pecah mengalir diantara kepingan  memoar masa lalu. Peristiwa yang membawanya pada episode baru kehidupan. Ya… hanya sepucuk surat itu, kenangan terakhir antara dirinya dengan laki-laki itu.
“ya allah… hanya Kau yang sanggup bawa diriku masuk indah rencanamu. kuatkan hatiku untuk selalu berpegang teguh pada cinta ilahi. Ku mencintainya karena-Mu, dan kini ku ikhlaskan dia tuk bersama-Mu.”
Sebuah alunan kata hati mengalir indah dari bibir ranum yang sayu. Ya… kecantikan hati yang terpancar, keteduhan jiwa yang menenangkan, sejenak syahdu oleh kabar mengenai meninggalnya journalist asal Indonesia, dan orang itu tak lain adalah laki-laki yang paling ia cintai, fajri. Tembakan dan bom telah mengantarkannya mati syahid bersama tugas yang diembannya sebagai journalist berita salah satu media massa.
 Perlahan…teratur, dia terjatuh. Tenggelam dalam riak tangisnya. Namun itu tak lama, diapun langsung memeluk dua putrinya. Berusaha menenangkan keduanya.
“Lia…zulfa… ayah sayang sama kalian. ayah orang yang baik, sangat baik… hingga allah pun menyayanginya dan cepat-cepat memanggilnya ke surga. Sayang…kita hanyalah manusia, yang hidup karena cinta Allah dan hidup untuk cinta kepada Allah pula. Sehingga setiap manusia pasti akan mengalami apa itu kelahiran dan kematian, Termasuk ayah. Tentu, kalau manusia bisa menolak kematian, ayah pasti akan menolaknya karena ayahpun pasti masih ingin melukis pelangi dalam sebaris tawa bersama kalian dan menyaksikan kalian menapaki perjalanan mimpi seindah pelangi. Lia.. zulfa… jangan lupa rangkai doa untuk ayah ya sayang…”
Ya… kesedihan itu tak bertahan lama. Adalah ia yang tak ingin berlama-lama dalam jerit pahit kehidupan. Adalah ia yang kan segera mengubur pahit takdir sedalam waktu. Ia percaya walau gerimis menghujani hidupnya saat ini, pasti akan ada pelangi jika mau bersabar nanti. Sungguh, rencana tuhan jauh lebih indah dari segala rencana manusia. Walau dia tak setegar batu karang, tapi dia tak ingin orang lain terutama bidadari-bidadari kecilnya melihat kesedihan, dan turut berduka atas adanya.
 Alunan cerita hidupnya mulai menapaki episode baru, dia harus berjuang sendiri mendidik dan membesarkan putri-putrinya. Amalia Sabrina fajri, putri pertamanya yang kala itu tengah duduk di bangku kelas 6 SD, dan Alanis Zulfania fajri di kelas 3 SD. Saat itu, Tentu dia takkan mampu menopang ekonomi keluarga hanya dengan mengandalkan gajinya sebagai guru SD. Dan hal itu menuntut dia untuk mulai merintis usaha dari bawah. dia membuka usaha kue-kue kering. Di awal perjalanan usahanya, ia titipkan di toko-toko terdekat sembari menunggu modal terkumpul, dan ketika hal itu terwujud ia melebarkan sayap hingga ke segala jenis roti, dan ia pun mulai membuka toko kue-roti sendiri, yang perlahan mulai berkembang sangat pesat hingga kini.
Walaupun waktunya selama ini memang benar-benar telah terbagi, antara jadwal mengajar, membuat kue, dan waktu bersama putri-putrinya. waktu yang paling berharga adalah waktu bersama putrinya, sesibuk apapun dia, dia selalu menyempatkan diri tuk makan bersama, menemani mereka belajar, mendengarkan keluh kesah sang buah hati, serta shalat berjamaah dan mengaji bersama di hampir setiap waktu shalat. dengan penuh ikhlas dia menjalani semuanya. dia tetap melangkah meski lelah, tetap tersenyum meski sulit, dan tetap sabar di tengah takdir.

“Mas… Hari telah berganti, waktupun berlalu setelah kepergianmu. Enam tahun sudah kau pergi meninggalkanku, sebuah kado terpahit yang tak pernah ku bayangkan akan hadir di hari kelahiranku, tanpa aku bisa melihat wajahmu tuk yang terakhir kali. Namun, yakinlah, Kisah yang telah kau berikan kepadaku kini kubingkai indah Seperti kau membingkai hari untukku. Tak mau kuhapus, walau kini kita telah berada di dunia yang berbeda
Angin malam…Dengarlah …Tentu kau bisa cium wanginya bait-bait kesepianku. Terbangkanlah hingga ia menciumnya. Bawalah pula rasa rindu ini untukknya. Katakan padanya, bersama mentari aku menanti cintanya dalam fananya  Dunia dan kekalnya akhirat.”

Air mata kian menderas, oleh kenangan sedih yang tak mampu terlukis oleh kata-kata. Dia mencoba untuk bisa mengendalikan diri. Beranjak dan menuju kamar mandi di luar kamarnya. Dan seiring mengalirnya air dari kran, perlahan ada sebuah kejernihan hati yang berhasil mengalahkan emosi kewanitaannya. Ia mulai Menangkupkan kedua telapak tangannya dalam dingin dan sejuknya air wudhu di pertengahan malam itu. Khusyu’ ia basuhkan air itu di wajahnya. Ia biarkan dinginnya meresap hingga ke dalam hatinya. Biarkan tetesan air suci ini membersihkan kotornya tubuh dan hati.
Maha Suci Engkau Ya Rabb..
Sungguh wanita penuh dosa ini kembali lagi mencari kesempurnaan dalam mata air Kesucian-Mu.. Dan dalam kekerdilan dan kerapuhan diri ini, izinkan hamba berlindung dalam Ketinggian dan Kesempurnaan cinta yang utuh menjadi milik-Mu..”
Rahasia hidupku hanya Kau yang tahu. Hanya pada-Mu ku memohon penuh harap dalam setiap sujudku.  Hamba bermohon dengan segala Kemahabesaran-Mu agar Engkau berkenan melapangkan hati hamba.. Menyamuderakan cinta hamba.. Meluaskan kemaafan dan kesyukuran hamba.. Hingga hamba sanggup menerima segala beban penggelayut jiwa ini dengan segala sikap dan amalan yang Engkau Ridhoi saja..
Ya Rabb…., sayangi aku dalam anugrahmu. Aku tak punya apa-apa, selain hati yang akan selalu menunggu sapa-Mu. Rengkuh aku dalam hangat cinta-Mu. Hingga waktu kan menyapa, dan akhirnya aku terlelap dalam penyerahan sempurna dalam pelukan bumi.
Rembulan makin elok dalam keteduhan sang malam. dalam gelap, senyumnya laksana sayap-sayap malam yang ramah, masuk melalui tingkap-tingkap tertutup membawa cahaya yang ia pinjam dari mentari. Dalam harap, cahayanya mampu membawa secercah sinar walau dalam bayangan gelap hidup sang malam. Berharap mampu menghapus jejak-jejak aliran air mata kenangan.  Cahaya itupun mencubit manja wajah perempuan bernama nurfa yang terkulai dalam lelap mimpi. Mimpi yang manis nan indah dari kenyataan yang akan ditemuinya saat terjaga. Beruntunglah cahaya dikarunia kemampuan tuk mampu menelusup tingkap-tingkap kaca, hingga ia mampu menjadi teman malam dalam kesendiriannya bermimpi. Hingga, batas waktu dinas rembulan pun berakhir, dengan harap mentari pagi kan membawa senyum bersamanya.
xxxxxxxxxxx
sebuah kecup hangat melayang di pipi ranum sang hawa, perlahan… dia tersadar.
“bunda…. Selamat ulang tahun.” Ucap dua gadis yang telah berdiri di hadapannya dengan sebuah kue tart.
“sayang…. Makasich ya…” ucapnya haru
“maaf bunda… kita gak punya hadiah special buat bunda, tapi kue cinta buatan tangan kita ini, serta doa khusus dan special teruntuk bunda tercinta” ucap lia
“bunda kan pernah bilang, ngebahagiain seseorang gak harus dengan sesuatu yang bernilai materi, yang penting dengan ketulusan hati dan keikhlasan jiwa, ya kan bunda?” lanjut zulfa
“dan kue cinta ini terangkai dari tangan-tangan tulus yang dilandasi cinta kasih kami tuk bunda”
“serta doa agar bunda tetap bersinar walau telah memasuki kepala empat, diperpanjang umurnya, dipermudah rezekinya, diberkahi kesehatan, dan….”
“semoga harapan bunda yang juga menjadi harapan lia dan dek zulfa, akan ayah, bunda, dan kita dihadiahi allah untuk menjadi sebuah keluarga bahagia di surga kelak dikabulkan oleh Allah.  
“amien….. makasich lia, zulfa… kehadiran kalian, prestasi-prestasi kalian, serta keshalihan kalian, adalah sesuatu yang paling indah buat bunda.” Seraya memeluk kedua putrinya
“kita tak akan bisa seperti ini tanpa bunda..”  
“doakan kami ya bunda…. Doakan lia agar lia bisa betah di mesir dan bisa memanfaatkan beasiswa itu untuk  menambah ilmu yang bermanfaat, memperbaiki akhlak, budi pekerti dan kepribadian lia”
“tanpa lia mintapun, doa bunda akan selalu terangkai untukmu dan zulfa. Lia di mesir hati-hati ya, jaga kehormatanmu sebagai seorang wanita. Timbalah ilmu sedalam-dalamnya, serta tingkatkan amal ibadah dan akhlakmu. Jika kau sedang sendiri dalam sepi, dan hanya ada rindu yang menemanimu. Lia tahu kan apa yang harus dilakukan?”
“ya bunda… penguasaan atas emosi yang terbaik dengan wudhu dan shalat, bersujud kepada sang pemilik Rindu”
“bunda… doain zulfa juga” oceh zulfa tak mau kalah
“wah… dek zulfa takut gak kebagian ya doanya bunda, hehehe….”
“ah… mbak lia..
Bunda… doaian zulfa semoga zulfa bisa lulus dengan nilai terbaik, dan bisa diterima di sma favorit zulfa. Terus… semoga zulfa juga bisa berprestasi seperti mbak lia, bahkan bisa lebih dari mbak lia”
“huuu…. Maunya..”
“doa bunda juga akan terus ada untuk zulfa. Bunda yakin zulfa bisa menggapai mimpi-mimpi zulfa asalkan dibarengi dengan usaha, ikhtiar dan doa.
Doa bunda akan selalu untuk kalian, bunda sayang putri-putri bunda. Ayahpun begitu, pasti ayah juga tersenyum bangga pada kalian. Semoga, doa kalian juga dikabulkan oleh Allah. Semoga kelak kita dihadiahi allah untuk menjadi sebuah keluarga bahagia di surga. Semoga kerinduan ini akan dipertemukan di surga. Karena di surga, menara-menara cahaya menjulang untuk hati yang saling mencinta karena-NYA.
“amien” ucap mereka serentak.


Selasa, 14 Juni 2011

“You are what you think” dalam “Limit” dan “Border”

 
 “You are what you think”. Kamu adalah apa yang kamu pikirkan. Pandangan kita terhadap ihwal diri kitalah yang akan menjadi kenyataan untuk kita. Baik itu masalah keberhasilan ataupun kegagalan dari berbagai usaha pencapaian hidup.
Hal senada juga diungkapkan oleh Stephen R. Covey dalam bukunya The 7 Habits of Highly Effective People bahwa kita melihat dunia, bukan sebagaimana dunia apa adanya, melainkan sebagaimana kita adanya atau sebagaimana kita dikondisikan untuk melihatnya. Jadi, dunia masa depan semuanya tergantung dari bagaimana kondisi dan kemampuan kita dalam menyambut kedatangannya. Terkait kondisi dan kemampuan dalam usaha menapaki mimpi, saya teringat pada seseorang yang mengaitkannya dengan konsep “limit” dan “border”. Apa hubungannya dengan dua kata itu?? jujur, saya pun bertanya-tanya,  tapi syukurlah allah memberikan jalan bagi pikiran saya untuk menelaahnya, dan semoga hal itu mampu mengubah saya dan sahabat…..
Limit dan border jika hanya dilihat secara kasat mata memang hanya sebuah kata sederhana. Limit hanya berarti “batas” dan border dengan “perbatasan”. Sederhananya, Batas merupakan sesuatu yang memang tidak bisa kita lampaui. Sedangkan perbatasan adalah sesuatu yang harus kita lewati.
Tapi, tahukah sahabat? Bahwa  dua kata ini memiliki makna yang tidak sesederhana makna kamus belaka, lebih dari itu keduanya memiliki makna yang mendalam dalam diri kita…
 Coba kita perhatikan orang-orang yang kita idolakan. Saya sendiri misalnya, saya seorang  penggemar sastra, dan sangat mengidolakan pramodya ananta toer dan asma nadia. Orang-orang besar  seperti mereka adalah orang yang mampu melintasi perbatasan mereka sendiri. Tak ada kesuksesan yang datang sendiri bukan?, hanya dengan perjuangan dan doa lah allah akan mengirimkan kesuksesan itu untuk kita.
Melintasi perbatasan diri sendiri erat kaitannya dengan perjuangan. Nah… hal ini yang cukup berat tuk dijalankan, termasuk bagi saya…. Jujur, saya sendiri masih sering dihinggapi rasa malas, dan tetap enjoy dengan kehadirannya… selain itu, juga sering hadir sikap suka menunda sesuatu. “Ah… masih ada hari esok..” kalimat itu yang sering hadir dalam benak saya ketika hendak membuat suatu karya, dan akhirnya…. Karya itupun gak pernah ada yang terwujud. Klopun terwujud mungkin masih  akan lebih bagus jika saya langsung menuliskannya ketika inspirasi itu datang. Huhft…. Sifat yang buruk memang…
Kita juga  seringkali menciptakan batas bagi kemampuan kita sendiri. Kita meyakininya sebagai garis yang yang tidak mungkin kita lintasi. Padahal, sejatinya ia adalah perbatasan, sesuatu yang mestinya kita ciptakan untuk suatu saat kita lampaui. Memang selalu ada batas untuk kemampuan kita, tetapi barangkali kita tidak pernah dan tidak perlu tahu di mana batas itu. Kadang-kadang kita gagal mengembangkan diri lantaran terlampau yakin bahwa kita sudah sampai di garis batas.  Berangkat dari pengalaman saya sendiri saja, dulu pas sma saya sangat lemah dan kesulitan dalam segala mata pelajaran, khususnya fisika. itu karena saya dulu menciptakan batas yang terlalu sempit untuk kemampuan saya. ”aku gak bisa”  ”aku gak ada bakat disini” dan saya juga berpikir bahwa saya tidak akan bisa menjadi seperti teman-teman saya yang menguasai bidang ilmu itu. Padahal sebenarnya, tepat pada saat saya berpikir semacam itu, sesungguhnya saya telah menetapkan batas yang mengungkung dan mengerdilkan diri saya sendiri.
Dan syukurlah allah mempertemukan saya dengan orang yang menyadarkan dan menginspirasi saya. Allah tentu tidak ingin saya dan umatnya yang lain berlama-lama berada dalam ranah ini.
Hingga saat ini saya senantiasa berupaya meyakinkan diri saya bahwa hari ini kita belum mencapai batas akhir kemampuan kita. Oleh karenanya, kita harus senantiasa beribadah, belajar, dan berlatih. Karena dalam beribadah kita menjadi sadar bahwa kita bisa lebih baik dari hari ini. Dalam belajar, kita menjadi yakin bahwa kita bisa lebih cerdas dari hari ini. Dalam berlatih, kita menjadi tahu bahwa kita bisa lebih terampil dari hari ini.
Teruslah bermimpi sahabat,,, teruslah berkarya. berpikirlah positif terhadap masa depan, janganlah takut membentangkan permadani mimpi seluas samudera, karena dengan bermimpilah kita bisa memiliki masa depan. Dan yakinkan diri bahwa kita bisa menggapainya, karena keyakinan adalah sebagian dari kenyataan. Keyakinan adalah pijakan awal kita dalam langkah menapaki perjalanan mimpi. Tanpa mimpi, tak akan ada yang namanya masa depan. Dan tak ada keyakinan, juga takkan ada mimpi itu di masa depan. Semoga mentari esok masih bersinar saat waktu mempertemukan kita dalam kesuksesan mimpi....;)

Hanya secarik coretan tuk motivasi diri saya, dan semoga juga berarti bagi kalian sahabatku….^^

Senin, 02 Mei 2011

Review Film “ORPHAN”


Film ini diawali dengan kisah sedih yang melanda keluarga coleman. Pasangan kate coleman dan john coleman tengah berada di masa-masa sulit mahligai pernikahan mereka. Kate coleman mengalami keguguran di rumah sakit. Dan sejak saat itu kate mengalami depresi, dan gangguan psikologis, karena Kehilangan seorang anak merupakan sebuah pukulan berat bagi seorang ibu, termasuk baginya. Kate dan john tentu tidak mau terus terpuruk dalam mimpi buruk terkait kehilangan calon anak mereka, dan akhirnya mereka sepakat untuk mengadopsi seorang anak dari panti asuhan. Meskipun sebenarnya mereka sudah memiliki dua orang anak, yaitu Daniel dan Max yang bisu dan tuli sejak lahir.
Di panti asuhan mereka bertemu dengan gadis cilik yang manis dan pandai serta memiliki kemampuan melukis. Kate dan john langsung jatuh hati padanya. Dia bernama esther, berusia 9 tahun dan berasal dari Rusia. Menurut katerangan dari suster perawat panti, keluarga terakhir yang  mengadopsinya tewas dalam sebuah kebakaran. Dan akhirnya, kate dan john resmi mengadopsi esther dan membawanya ke rumah mereka dan diperkenalkan dengan max dan daniel. Max langsung menyambut gembira kedatangan Esther, tapi Daniel sangat membencinya. Karena gaya berpakaian Esther yang kolot dan caranya memandang yang tidak biasa.
Setelah kehadiran esther, keluarga yang harmonis itu perlahan-lahan mulai diliputi masalah. Harapan akan kehadiran esther yang mampu memberikan suasana baru dalam keluarga coleman sirna oleh perilaku Esther yang misterius dan cenderung sadis. Esther juga berhasil menyakiti salah seorang teman sekelasnya yang sering mengganggunya. Dia mendorongnya dari tempat permainan hingga mengalami patah tulang. Selain itu, Ketika suster Abigail yang bekerja di panti asuhan tempat esther dulu dirawat menelepon, Kate langsung menceritakan kejadian itu kepadanya. Keesokan harinya, suster Abigail datang ke rumah mereka untuk membicarakan sesuatu. Ia mengatakan kalau mungkin Esther memiliki keanehan. Karena dimana ada keributan atau kecelakaan, dia selalu ada disana. Dia menawarkan untuk membawa Esther kembali ke panti asuhan.  Dan Esther yang mengetahui niat suster Abigail untuk membawanya ke panti, dia memaksa max untuk membantunya menggagalkan rencana tersebut dengan cara mencelakai suster abigail. Esther berhasil membunuhnya dengan menghantam kepalanya. Max yang ketakutan hanya bisa menurut, dia diancam dan diminta untuk merahasiakan peristiwa tersebut. Esther lalu menyembunyikan bukti-bukti pembunuhan di rumah pohon milik Daniel.
Kate mulai melihat keanehan-keanehan ini, tapi usahanya untuk memberitahu john gagal. John menganggap sikap Kate hanyalah reaksi dari kegelisahan yang berlebihan dan sebagai efek dari ketidakstabilan jiwa yang pernah kate alami dulu. Dan esther, sadar bahwa kate telah mulai curiga hingga ia mengadu pada john bahwa ibunya (kate) kurang menyukainya. John mencoba meyakinkan esther bahwa kate juga sangat menyayangi dia, dan john juga menganjurkan esther untuk melakukan suatu hal yang mampu membuat kate senang. Tapi, esther justru menyakiti hati kate  dengan membingkainya dengan usaha ingin menyenangkan hati kate melalui sebuah pemberian. dia memotong semua mawar putih yang ditanamnya di makam Jessica, anak perempuannya yang meninggal waktu dia keguguran. Kate menarik lengan Esther, Dia menjerit kesakitan dan untuk menarik perhatian John dengan sengaja dia menjepit lengannya hingga patah untuk mengesankan karena kate lah tangannya patah.
Kate berusaha untuk melindungi keluarganya dari ancaman esther. Dia mencari tahu latar belakang Esther yang ternyata dia dulu tinggal di Saarne Institute, sebuah rumah sakit jiwa di Estonia. Dia menghubungi rumah sakit itu tapi mereka mengatakan tidak mengenal pasien bernama Esther. Kate lalu mengirimkan fotonya melalui email dan menunggu mereka mengecek lebih jauh. Kate khawatir esther akan menyakiti anak-anaknya, max dan daniel. Dan esther memang akan terus mengancam keselamatan keluarga coleman. Di saat kate mengantarkan daniel, max dan esther ke sekolah, esther mencoba mencelakai max yang berada dalam mobil sendirian dengan mematikan rem mobil, dan mnegsankan bahwa kecelakaan itu adalah karena kelalaian kate.
Dan Daniel akhirnya nekad untuk membongkar kejahatan Esther. Dari Max dia mengetahui kalau Esther menyimpan barang bukti pembunuhan suster Abigail di rumah pohon. Diam-diam dia naik dan memeriksa tempat itu, tapi ternyata Esther sudah menunggunya dan membakar rumah itu agar Daniel tewas terbakar. Tapi Daniel berhasil melompat dan terjatuh, Esther berniat menghantam kepalanya dengan batu, Max muncul dan mendorong Esther hingga jatuh. Kate dan Jack membawa Daniel ke rumah sakit dan daniel harus masuk ICU.
Di rumah sakit, Esther masih juga berusaha membunuh Daniel dan menutup wajahnya dengan bantal. Alat penanda sudah menunjukkan garis datar dan ia keluar dari ruangan itu dengan tersenyum. Tapi ternyata dokter berhasil menyelamatkan Daniel. Kate langsung mengetahui kalau itu adalah ulah Esther. Di depan banyak orang ia menampar Esther hingga terjatuh dan berdarah. Akhirnya Kate dibius dan harus tinggal di rumah sakit malam itu. John meyakinkan kate bahwa semuanya akan baik-baik saja. John, max dan esther pulang kerumah malam itu. Setelah max tertidur, Esther sangat senang begitu menyadari dia akan berduaan di rumah dengan John. Dan dia berdandan layaknya wanita dewasa. Dia menggunakan kesempatan itu untuk menggoda John agar tidur dengannya. John menolak dan menyuruhnya naik ke kamarnya. John menekankan bahwa cintanya pada esther hanya sebatas cinta ayah kepada anaknya. Esther sangat marah karena merasa ditolak. Dia pun mengambil pisau dan pistol yang didapatnya dari lemari besi.
Pada saat yang sama, di rumah sakit, Kate menerima telepon dari Saarne Institution. Dokter yang menghubunginya mengatakan kalau nama asli Esther adalah Leena Klammer. Dia sebenarnya bukan seorang anak-anak lagi. Dia adalah wanita dewasa yang berusia 33 tahun. Dia mengidap penyakit kelainan hormon Hypopituitarism yang membuat tubuhnya berhenti berkembang secara fisik. Jadi, meskipun usianya sudah dewasa, dia tetap terlihat seperti anak yang berusia 9 tahun. Leena adalah seorang psikopat yang sangat berbahaya. Dia berhasil melarikan diri dari rumah sakit itu setelah membunuh beberapa pegawai.
Kate menyadari bahwa keadaan di rumah sedang dalam bahaya. Dia bergegas untuk pulang dan mencoba menghubungi john, tapi tidak bisa karena aliran listrik telah diputus oleh esther. Dan akhirnya, kate mendapati john sudah tewas dengan banyak luka bacokan di tubuhnya. Dan ia harus kucing-kucingan dengan Esther yang membawa pistol, untuk bisa naik dan menjemput Max yang bersembunyi di dalam lemari. Dalam perkelahian, dia berhasil memuat Esther pingsan dan membawa lari Max. Tapi ternyata, Esther berhasil menyusul dan mereka bergulat di atas danau yang membeku karena lapisan es. Pecahan es itu retak dan mereka berdua terjun ke dalam air yang dingin.Kate berhasil menghantam wajah Esther dan naik terlebih dahulu ke permukaan. Esther menyusul di belakangnya sambil berkata:
“Jangan biarkan aku mati, bu.”
Kate memandangnya dengan marah lalu menendangnya sekuat tenaga sambil berkata:
“Aku bukan ibumu!”
Dan akhirnya, esther tenggelam kedalam air danau tersebut.


 Analisis Film
            Ditinjau dari sosiologi keluarga, dalam keluarga ini awalnya memang terlihat harmonis, tapi sejak kedatangan esther dan segala keanehannya. Hubungan antara john dan kate mulai renggang. Kesalahpahaman dalam berkomunikasi, dan ketidaksalingpercayaan antara john dan kate menyebabkan keluarga mereka terancam oleh bahaya. Dalam film ini, john terkesan lebih percaya pada esther, anak angkatnya dan cenderung menganggap sikap Kate hanyalah reaksi dari kegelisahan yang berlebihan dan sebagai efek dari ketidakstabilan jiwa yang pernah kate alami dulu. Padahal, dalam sebuah hubungan, khususnya hubungan rumah tangga kepercayaan antar anggota adaalh salah satu penyangga kekokohan keluarga tersebut.
            Selain itu, dalam keluarga orang tua seharusnya mampu bersikap adil dan bijaksana terhadap anak-anaknya. Dalam arti, tidak mebedakan dan tidak terlalu mengistimewakan salah satu. Dalam film ini terlihat sebuah gambaran bahwa john cenderung lebih memperhatikan esther dan mengabaikan perhatian terhadap kedua anak kandungnya, max dan daniel. Terutama pada daniel, hingga daniel merasa iri dan tidak suka pada esther.
            Jika ditinjau dari sosiologi gender, dalam film ini keluarga coleman bisa dianalisi dengan teori struktural fungsionalisme, dimana dalam teori ini kedudukan antara laki-laki dan wanita dalam sebuah keluarga dibedakan. Jika laki laki memiliki wilayah publik, sedangkan wanita menguasai wilayah domestik. Sesuai jika dikaitkan dengan isi film ini, dimana kate sebagai istri dari john hanya bekerja mengurusi urusan rumah tangga dan mendidik anak, sementara untuk urusan dunia luar atau mencari nafkah sepenuhnya dikuasai oleh john.

Minggu, 27 Maret 2011

Nasehat Seorang Sahabat untuk kita…^_^


Sahabatku...
Janganlah kau cemberut saat merasa sedih, karena kau tidak tahu kapan seseorang suka pada senyummu. Mungkin bagi dunia, kau hanyalah seseorang. Tapi bagi seseorang, mungkin kau adalah dunia. Maka nikmatilah rasa sedihmu, dengan berfikir positif dan memanfaatkan apa yang kau miliki dengan lebih baik lagi agar besok menjadi sesuatu yang berguna dan lebih berarti.

Sahabatku...
Jika sampai saat ini kau masih sendiri, menjadi manusia paling sepi, janganlah kau merasa terpuruk dan rendah diri. Lihatlah, bukankah jari-jemarimu dipisahkan oleh sela-sela kosong? Ya, karena Tuhan tahu, bahwa suatu saat pasti akan ada yang mengisi kekosongan itu, menggenggam erat jemarimu dan berkata : "Aku akan selalu menjagamu dan akan selalu ada untukmu..."

Sahabatku...
Tuhan terlalu bijak, sehingga Ia menciptakan seorang sahabat tanpa harga sepeser pun. Karena jika Tuhan mematok harga, sungguh, aku takkan pernah sanggup membeli sahabat berharga seperti dirimu. Di dunia ini tak ada sesuatu yang sempurna, termasuk juga sahabatmu. Maka seburuk dan sebenci apa pun kau pada seseorang, berusahalah untuk meredamnya, lalu menasehatinya, karena bisa jadi saat sudah kau lepaskan, penyesalanmu menjadi sesuatu yang sia-sia. Ternyata begitu banyak kebaikan yang tidak kau lihat sebelumnya. Ternyata begitu banyak keindahan yang terlewat dan tak sempat kau nikmati bersamanya.

Sahabatku...
Setiap awal membuka mata, bersyukur adalah hal pertama yang harus kau lakukan, atas kehidupan yang telah memberikan kesempatan, atas keberadaan senyum dan semangat dari orang-orang yang menyayangi dan kau sayangi, serta atas keyakinan bahwa rentetan hari akan menjadi hari yang menakjubkan. Percayalah, hidup itu indah jika kita tahu bagaimana cara menjalaninya.

Sahabatku...
Tak ada yang lebih merindukan kita setulus kematian. Kita tidak bisa menjamin, 1 kali 24 jam setelah membaca goresan tak berarti ini, kita masih bisa bernafas. Maka Rasul pun bersabda : "Ada dua kenikmatan yang kebanyakan manusia tertipu oleh keduanya: kesehatan dan kesempatan". Selagi masih ada kesempatan dan kesehatan, berbuatlah, karena sekecil apapun yang kau yakini kebenaranya, ia akan tetap memiliki makna.

Sahabatku...
Konon, hidup ini cuma sesaat, maka jadikan ia lebih bermanfaat. Jika air mata adalah beban, jadikan senyum sebagai penawarnya. Jangan katakan apa yang kau ketahui, tapi ketahuilah apa yang kau katakan. Orang seringkali menilai dari apa yang mereka lihat, bukan dari apa yang mereka ketahui. Jadikan dirimu senyuman bagi sesama dan buatlah mereka selalu bahagia bila bersamamu....

Rabu, 23 Maret 2011

Alhamdulillah……

Terima kasih ya allah, akhirnya penulisan PKM-GT ku selesai tepat waktu. Ya setidaknya pada hari terakhir pengumpulan aku tidak terlalu gopoh, kayak tahun lalu, hehe…. (maklum masih tahun pertama yang tanpa pengalaman)

Di tahun kedua ini, namaku tertulis di dua kelompok. Yang pertama, aku diajak mas S. Dia adalah kakak senior yang dulu mendampingi mas "....." membimbingku dan maba lainnya dalam bimbingan pembuatan karya tulis. Hmmm….. bisa dibilang dia sudah jago dalam hal ini, ya…. Meskipun bagiku tetap mas F yang no.1, haha…. But, it is not important in here…^^

Mas s mengajaku, mungkin karena tahun kemarin PKM ku Alhamdulillah lolos (keberuntungan lho….), ya…. Tentu donk aku mau. Sapa coba yang gak mau diajak bekerja sama oleh senior dengan segudang pengalaman seperti dia. Mmmm……. Emang sich, sempat ada ragu mengingat sahabat ku sangat suka ma mas s, dan aku takut hubungan kerja sama ini menjadi benalu dalam persahabatanku. Oh…. Paranoid amat!! Be positive thinking orin.!!

Semuanya akan baik-baik saja, ini hanya hubngan kerja sama, gak lebih. Dengan kerja sama ini kamu akan belajar banyak darinya,baik itu teknik penulisan, cara mencari ide, ataupun pengalaman-pengalamannya. Bagaimanapun pengalaman adalah guru yang terbaik, dan kita hidup di dunia hanya sebentar, waktu tentu tak dapat menunggu kita tuk belajar hanya dari pengalaman pribadi, oleh karenanya kita juga butuh belajar dari pengalaman orang lain yang mendahului kita. sembari mungkin kau juga akan mendekatkan sahabatmu dengannya. I hope…^^

Berada 1 kelompok dengan orang yang lebih berpengalaman, tentu tak membuatku puas dengan hal itu sja. Tentu, aku harus berkarya sendiri. Dan dengan ideku sendiri. Aku harus berani melangkah dengan kakiku sendiri. Walau pada awalnya (semester 1 dulu) banyak orang yang meragukannya, bahkan tak segan tuk menertawaiku. Ah…. So what? What am I gonna do with all my dreams? Cuek aja lageeeee.... Mimpi kan sebuah warna kehidupan. Salah satu tanda kita hidup dan sehat adalah ketika kita mampu menertawai mimpi-mimpi kita. Dan menikmati tawa ketika orang lain menertawai mimpi-mimpi kita. Bukan malah mengirinya dengan tangis dan pesimistis. Bukankah begitu kawan???

“ha? Orin mau ikut karya tulis? Bisa apa dia?”

Okelah, kau boleh meremehkanku. Tapi, jangan sekali-kali meremehkan mimpiku. Ok!! Karena aku tahu, Allah tidak pernah tidur dan akan terus membantuku dalam menggapai mimpiku. Dan akan ku buktikan itu!!!
Finally, PKM-GT keduaku di tahun ini bertemakan media pembelajaran pendidikan. jujur, aku senang, meskipun dalam PKM ini bukan atas namaku (karena aku telah menjadi ketua di PKM dengan mas syam), but, never mind!!! yang penting aku berhasil berkarya dengan ideku sendiri. Tentu, dibalik ini semua adalah kuasa Allah SWT. Dan, aku juga tak kan melupakan jasa orang-orang yang telah membantuku, terutama pada dosen pembimbingku, pak Ardhie raditya. Terima kasih banyak pak….
Dan untuk semuanya, mas S, afril, d’dani, sebagai rekan kerjaku dalam pembuatan PKM-PKM ini. Aku juga mengucap terima kasih atas semuanya. Semoga hasil kerja keras kita membuahkan hasil yang manis, amien….:)

Senin, 10 Januari 2011

review Film "masalah-masalah sosial"

THE SEXY CITY
Persahabatan, cinta, atau keperawanan?

Ibukota, Kota dengan sejuta mimpi dimana sejuta orang mencoba menggantungkan hidupnya. kota besar yang penuh dengan keindahan dan kompleksitas. dari kerling gemerlapan hingga sudut-sudut gelap gulita penuh kemuraman. yang mampu membuat siapapun yang ingin menaklukan sang kota terlena hingga terjebak dalam kehidupan kota yang penuh dengan kebebasan. hal inilah yang dialami oleh gadis polos bernama Poppy. Dengan berbekal impian untuk bisa kuliah dan kerja, dia pun nekat menerjang kerasnya hidup di kota jakarta.
Waktupun berlalu, Poppy tak kunjung mendapatkan pekerjaan. Sementara uang kos mau tidak mau harus segera dibayar. Dan akhirnya, dia diusir dari tempat kosnya. Mimpi untuk sukses seakan mulai menjauh darinya. Harapannya untuk menjadikan kota jakarta sebagai tempat untuk mengejar cita-cita sedikit demi sedikit hancur diterjang pahit getirnya kehidupan ibukota. Poppy terus berusaha mencari pekerjaan, hingga akhirnya dia berdiri di depan pintu sebuah club yang membuka lowongan kerja untuk menjadi PR (public relation). Dan disana dia bertemu dengan Reno (manager club). Dia pun tidak mengira jika PR di sebuah club jauh berbeda dengan PR di kantor-kantor. Menjadi PR di club itu artinya dia harus menjadi LC (lady club) dan menari striptise. Nalurinya mencoba tuk menolak, namun situasi dan kondisi memaksanya tuk melakukannya.
Dari club itulah Poppy bertemu dengan Stella, sesama LC di club tersebut. Mereka pun berteman, dan melihat keadaan Poppy yang sudah tidak memiliki tempat singgah, Stella mengajaknya tinggal dikosannya. Stella juga mengajari Poppy cara untuk menjalankan tugas LC dengan baik namun tetap menjaga keperawanannya. Dan Poppy pun menikmati hari-hari menjadi LC, hingga di suatu malam dia bertemu dengan Bono, cowok yang dulu sangat Poppy kagumi. Dari pertemuan itu, tumbuhlah benih-benih cinta di hati keduanya. Oh cinta, indahnya dirimu membuat gila orang-orang yang menjunjung keindahanmu. Berbeda dengan Stella, yang antipati terhadap cinta. “Cinta itu bulshit, tidak ada yang namanya cinta, yang ada hanyalah nafsu dan kebutuhan. Laki-laki memiliki nafsu, dan wanita memiliki kebutuhan yang memaksanya untuk menjadi pemuas nafsu laki-laki”. Menurut Stella mencoba menasehati Poppy yang tengah kasmaran.
         Malam kembali menunjukkan sexy-nya kota jakarta yang dihiasi Kupu-kupu malam yang indah nan sexy. Laki-laki hidung belangpun berhamburan mencari kepuasan malam. Begitu juga halnya dengan Poppy, dia harus menjalankan tugasnya sebagai pelaku yang menjadikan malam kota jakarta menjadi malam yang sexy. Setelah menjalankan tugasnya, dalam perjalanan pulang dia bertemu dengan sahabatnya Nanda yang pingsan di jalan. Namun, Nanda kini sudah berubah menjadi seorang junkie putaw karena pengaruh buruk sang kekasih yaitu Vino. Poppy berusaha menyadarkan Nanda dari hal itu, namun Nanda lebih mempercayai Vino daripada Poppy. Bahkan Nanda rela Vino menjualnya di pinggir jalan guna mendapatkan uang untuk beli putaw. Sementara Vino bermain cinta dengan wanita lain. Di tengah terpuruknya Nanda, Poppy dan Stella mengajaknya untuk tinggal bersama. Hidup bersama Poppy dan Stella tidak membuat Nanda berhenti mengkonsumsi putaw. Justru, Nanda nekat menjual barang-barang Poppy dan Stella untuk membeli putaw. Dan ketika Stella mengetahuinya, dia hendak mengusir Nanda dari kosnya. Tapi, Poppy membujuknya hingga ia luluh. Dan akhirnya, tiga cewek cantik ini tetap tinggal bersama dan menjadi sahabat.
            Masalah lain pun datang menghampiri Stella. Ibu kandungnya mendatanginya, memohon agar Stella memaafkan dan membantunya dari jeratan hutang. Namun, kebencian Stella terhadap ibunya sudah terlalu memuncak, Bahkan Stella telah menganggap tak ada lagi ibunya di dunia ini. Kebencian dan dendam Stella yang sangat terhadap ibunya ini lantaran sang ibu sering bermain judi, menjual diri, dan rela menjual keperawanan Stella untuk melunasi hutang-hutangnya. Dan kini, ibunya datang kembali, membawa angin kelam masa lalu yang telah berusaha ia lupakan.
            Suatu malam, Stella mendapat tawaran untuk menari striptis di sebuah acara private party, dan Stella menerimanya. Namun teryata itu hanyalah sebuah tipuan. Yang mengundangnya adalah rekan-rekan berjudi ibunya. Ibu Stella memiliki hutang yang cukup banyak kepada mereka, dan jika tidak mampu membayar sebesar Rp. Rp. 50 juta, maka Stella akan dijual kepada seorang germo. Stella menelfon Poppy dan Nanda, dan mereka kebingungan bagaimana caranya mendapatkan uang tebusan tersebut dalam waktu tiga hari. Mereka mencoba menjual semua barang-barang yang mereka miliki, namun itu masih jauh dari cukup. Di tengah keputusasaan, Nanda memberi ide untuk menjual diri. Menurutnya, dengan menjual diri mereka bisa mendapatkan uang sebesar Rp. 50 juta itu, namun Poppy menolaknya. Seberat apapun hidup ini, sebanyak apapun uang yang kita butuh jangan sampai kita menjual keperawanan kita, itulah prinsip hidup seorang Poppy.
Di tengah kebingungan yang melandanya, Poppy mencoba menghubungi Bono, pacarnya yang ternyata adalah seorang gigolo. Bono memenuhi permintaan Poppy untuk datang ke tempat kosnya, tapi yang ada hanyalah Nanda. Saat itu, disaat Poppy tidak ada, Nanda merayu Bono. Nanda bersedia memberi kepuasaan asal Bono bersedia memberinya uang. Dan Bono, seorang cowok yang sangat ingin menikmati indahnya bercinta dengan wanita seusianya, bukan dengan tante-tante langsung menerima ajakan Nanda. Poppy datang dan melihat semuanya, Bono mencoba menjelaskan namun Poppy sudah tidak percaya lagi. Dan Nanda, sahabat yang justru mengkhianatinya. Nanda meminta maaf dan memohon-mohon agar Poppy memaafkannya. Persahabatan memang jauh lebih penting daripada cinta. Friend forever, men contemporary. Dan akhirnya Poppy memaafkan Nanda.
Tiga hari hampir terlewati, sementara uang sebesar Rp. 50 juta belum juga terkumpul. Poppy mencoba meminta bantuan kepada Om Reno, namun manager club itupun tidak mampu membantu. Datanglah si Bono, mantan kekasih yang menghianatinya. Dia datang menawarkan Poppy agar menjual keperawanannya kepada seorang pria dan Poppy akan mendapatkan uang sebesar Rp. 50 juta itu. Disaat yang sama, calon tunangannya jauh-jauh dari kampung untuk mencari Poppy di jakarta. Dilemapun makin menjadi. persahabatan, cinta, atau keperawanan?
            Dan dengan berat hati, demi persahabatannya dengan Stella dan Nanda, dan demi membalas kebaikan-kebaikan Stella, Poppy terpaksa merelakan keperawanannya dijamah oleh orang lain untuk bisa mendapatkan uang sebesar Rp.Rp. 50 juta. Di saat Poppy memutuskan untuk menjual keperawanannya, Nanda kembali sakaw. Dan dia menyuruh Poppy untuk mengunci pintu kamar, agar Nanda tidak dapat mencari putaw kemana-mana. Poppy pun melangkahkan hidupnya kealam yang jauh lebih suram dari sebelumnya. Prinsip hidup “Seberat apapun hidup ini, sebanyak apapun uang yang kita butuh jangan sampai kita menjual keperawanan kita” yang selama ini Poppy pegang erat sudah tidak ada artinya lagi. Poppy terpaksa menjual keperawanannya kepada seorang laki-laki yang bersedia membayarnya Rp. 50 juta yang akan Poppy gunakan untuk menebus Stella dan membeli obat untuk Nanda. Keperawanannya terampas, kesuciannya telah hilang, dan mimpi yang ia bawa dari kampung hancur bersama deraian air matanya.
            Poppy pulang dengan uang Rp. 50 juta di tangannya, diiringi dengan harapan dia dapat menolong sahabat-sahabatnya, Stella dan Nanda. Namun, sesampainya di kos Poppy menemukan Nanda sudah dalam keadaan terbujur kaku. Nanda meninggal dunia karena sakaw. Poppy pun hancur, disaat dia merelakan diri untuk terpuruk dalam kekelaman hidup demi menolong sahabat-sahabatnya. Mereka justru pergi meninggalkan Poppy. Begitu halnya dengan Stella, Stella lebih memilih bunuh diri daripada harus dijual pada seorang germo. Hidup Poppy benar-benar kelabu. Sahabat, keperawanan dan cinta telah pergi dari hidupnya. Kini, yang ada hanyalah uang yang tak ada artinya lagi, sama seperti hidupnya yang benar-benar terpuruk dalam kekelaman hidup. hingga Dia memutuskan untuk mengakhiri hidupnya. Poppy ingin melepaskan semua kepenatan pikiran, kekelaman hidup, dan kelunya hati sebagai seorang gadis yang sudah ternodai. Dan tiba-tiba, calon tunangannya dari kampung datang mencoba membujuk Poppy agar tidak melompat dari jembatan. Calon tunangannya mencoba meyakinkan Poppy bahwa dia tetap menerima Poppy apa adanya. Hingga akhirnya Poppy mengurungkan niatnya untuk mengakhiri hidupnya.